Lucid Dream-er?

Hi blog-walker, setelah sekian lama i have no idea mau nulis apa, finally i got something to share to you..
dan ini tentang pengalaman mimpiku yang sedikit tidak dimengerti.

Okey, apa sih hal yang tidak dimengerti itu??

Aku sadar kalo aku sedang bermimpi.

Ga aneh ya buat kalian? Tapi kalo keseringan gimana?

Kejadian ini baru bikin aku sadar setelah aku mimpi yang sama tiga kali berturut-turut, tetapi dengan companion yang berbeda.
Jadi dalam mimpi itu ceritanya aku dan mama baru pulang entah dari mana, dan berniat untuk menyambung dari angkot A ke angkot B. Tapi, sebelum naik angkot B, kita harus jalan dulu nyari angkot tersebut, dan di situlah petualangan dimulai. Perjalanan mencari angkot itu ternyata ga ada ujungnya, kita (aku dan mama) mesti ngelewatin pasar yang crowded. Okey, aku jelasin detail pasar itu ya. Pasarnya itu gajelas jual apaan. Tapi dalam mindset aku itu pasar. Ada dua blok, yang dipisahin sama benteng, dan aku jalan di pasar sebelah kanan. Lama-lama aku bener-bener ngerasa muak sama pasar yang ga ada ujungnya itu, dan cuma satu dipikiran itu "pengen pulang ke rumah". Hari tiba-tiba malem aja tuh dalem mimpi, dan entah kenapa banyak orang-orang yang malah anak-anak maen bola di sepanjang jalan. Kita lewat dengan susah payah karena anak-anak itu bener-bener ngalangin jalan. Nyampe deh diujung pasar, dan ternyata ada gedung yang  kayaknya lagi finishing, karena banyak material berserakan dan ada tukang juga. Setelah kita lewat, ternyata kita malah masuk ke pasar sebelah kiri yang banyak bangunan toko-toko dan mall yang tutup. Sejak di situlah aku sadar kalo kayaknya ini cuma mimpi, dan aku bener-bener mesti bangun dari ini mimpi absurd. Aku ga pernah nyelesein mimpi tersebut, karena selalu tetep berada entah dimana walaupun udah keluar dari pasar, dan tentu aja aku maksa buat bangun, karena aku uda cape.

Nah, ternyata, mimpi ini terualang, dengan opening yang sama, tetapi dengan orang yang berbeda. Kali ini aku nyasar di pasar sama teman-teman kuliah, Anvi dan  Ayu . Kejadianya persis banget, nah tetapi ada beberapa hal yang berbeda. Bangunan yang di mimpi pertama itu masi finishing, di mimpi ini udah jadi sebuah gedung. Gedungnya bentuknya silinder, mirip kayak rumah kurcaci, ya bedanya bukan dari jamur. Dan di dalamnya itu banyak anak tangga, yang entah kemana. Setiap lantai tujuannya beda-beda. Kalo ga salah, waktu itu aku naik ke lantai 2, sesuai petunjuk seorang bapak-bapak yang berdiri disitu. Dan, tetep, aku ga nyelesein mimpi karena uda cape dan pengen bangun. 

Sama juga dengan yang ketiga kalinya mimpi yang sama, tapi lupa companionya siapa karena kalo yang terakhir ini aku uda mulai sadar ini mimpi dari pas aku masuk pasar. Dan progress pasar ini sudah sangat-sangat jauh dari mimpi yang kedua. Jalannya uda halus banget kayak jalan tol, banyak bangunan dan banyak rumah penduduk berhadap-hadapan sama pasar sebelah kanan. Nah di yang ketiga ini, bedanya aku harus nanya ke orang yang (kayaknya) dihormatin di pasar itu gimana caranya mencapai jalan raya. Perempuan, dan paruh baya. Aku lupa apa yang orang itu bilang tentang bagaimana caranya keluar dari pasar, yang aku inget, aku uda ga mau dengerin orang-orang di situ karena menurut aku semuanya malah bikin tambah runyam. Aku lanjut perjalanan ke jalan yang sudah biasa aku lalui, dan yah, tiba-tiba malem daaaan banyak anak-anak maen bola di jalanan. Saking frustrasinya aku dihalangin terus sama seorang anak kecil, dengan kejamnya aku banting anak itu ke aspal, and i dunno what happened after that, karena jujur aku sendiri sadar jadi kejam dan malah ketakutan sendiri. Dari situlah aku maksa gimana caranya supaya bangun. @.@

Sebelumnya aku ga pernah cerita tentang mimpi-mimpi pasar ini, sampe mimpi ketiga, yang beneran bikin aku aneh sendiri dan penasaran. So, I decided to tell my boyfriend about it, karena menurut aku dia cukup tahu masalah lucid dream, dan memang kita pernah membahas tentang ini sebelumnya. Disitulah aku cerita hal-hal tentang mimpi-mpimpiku.
Jauh sebelum mimpi pasar itu, aku sering banget tersadar kalo sedang bermimpi dan selalu maksa buat bangun, karena ya aku takut. Dan, aku sering banget mimpi berbingkai, atau mimpi dalam mimpi, dari sejak aku kecil. And you know what? My boyfriend seems amazed and said "Impressive" =.= dan menurutnya, dari dulu memang aku sepertinya gampang sekali untuk masuk ke lucid dream. Tapi aku sendiri malah tak pernah sekalipun mencoba sengaja untuk lucid dream, karena mau ngapain? =.= Escape from reality? lol :P I never really wanna try about lucid dream. For real. Aku selalu tidak sengaja ber-lucid dream. Dan yah, aku juga ga pernah dengan cara yang benar masuk lucid dream seperti apa yang aku baca di internet, sampai pada tadi tengah malam...

Aku mencoba tidur sekitar pukul 1.20-an . Aku mencari posisi yang memang nyaman, menghadap kanan. Sebelumnya aku merasa posisi bahu kanan ku dislocation, jadi aku cari-cari posisi yang nyaman lagi, dan tiba-tiba fell asleep. Tiba-tiba aku terbangun (wake up), dan aku masih dalam keadaan berbaring menghadap kanan, tetapi aku sudah merasa ada yang gak beres. Aku gak bisa gerakin badan!! Darisitu aku uda mikir, 'alah, ini mau lucid kayaknya nih'. Tapi, yang bikin aku serem itu, pandangan aku tiba-tiba kayak ngeliat fatamorgana, pusing banget, dan nyoba merem lagi, dan nyoba bangun lagi, tapi masih susah gerak. Nah, aku juga denger kayak ada orang baca spell ditelinga aku, tapi aku gatau bahasa apa itu. Semakin aku ngelawan proses, semakin kenceng spell itu, dan aku coba baca doa, istigfar, dan membayangkan hal-hal yang menyenangkan. Tapi ga berhasil. Aku nyoba buat rileks dan ga ngelawan, so, aku merem. Tiba-tiba aku kayak jatuh di pusaran, gelaaaaap dan pusing. Kayak kena vertigo. Dan aku mikir untuk terbang (ini yang diajarin cowok aku, nyoba terbang kalo lagi lucid). Tapi, aku ga ngeliat apa-apa, gelap parah, yang kerasa cuma pikiran aku yang terbang dan ia emang aku ngerasa bangun dari tempat tidur. Sampe tiba-tiba aku denger suara cicak, dan aku buka mata. Aku pun bisa bergerak. Yeah, akhirnya aku bangun!! Aku nyoba buat texted cowok aku dan siapapun yang terakhir komunikasi sama aku, tapi ya mereka emang uda pada tepar, jadi ga dibales =.=

Dan entah kenapa, setelah itu aku takut tidur... Kalo ga karena ngantuk parah, kayaknya aku ga akan tidur tuh tadi malam =.=

I dunno what happened =.= padahal seharian kemarin aku happy banget ngumpul sama para eco-warrior Earth Hour Bogor dan ga ada hal yang aku bener-bener pikirin. Aku juga ga nonton video atau film yang aneh yang nyeremin tuh kemarin. And when i told this to my boyfriend again, tetep kan, aku memang sepertinya gampang masuk ke Lucid Dream. =.=

Karena penasaran, aku pun coba searching tentang lucid dream,untuk yang kesekian kalinya, again. Dan memang prosesnya hampir sama kayak yang aku alamin tadi malem, dan aku pun tau, tapi tak ada penjelasan tentang seems someone cast a spell on my ears =.=

(source: deviantart)

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible