Solo, Spirit of Java

4:18 PM

Salaaam :)

Hi, again!
Yap, setelah seminggu yang lalu ikut seleksi penerimaan mahasiswa transfer S-1 di Universitas Sebelas Maret dengan harap-harap cemas, akhirnya pada tanggal 24 September 2013 kemarin aku diterima juga. Bener-bener unexpected. Karena benar-benar gak begitu optimis, tapi juga gak pesimis. Lol. Gimana gak pesimis, 75% soal matematika benar-benar gak aku isi, karena memang tak aku prioritaskan. Tahu aku gak 'gape' matematika, jadi mending soal selain matematika yang aku isi duluan deh. Tapi kenyataannya sekarang aku ada di sini, di Kota Surakarta, atau mungkin blog-walker lebih kenal dengan istilah Solo.

Kesan pertama di Kota Solo, mungkin ketika aku datang untuk test masuk, sangat, sangat familiar. Gak begitu sepi. Menurutku, suasananya gak jauh beda sama Tasik. Menurutku lho ya. Bedanya, tentu saja, gak ada angkot yang seliweran. Iya, di sini transportasi publik nya masih minim. Orang-orang kebanyakan seliweran pake motor. Udaranya juga tentu aja beda sama Tasik yang dingin. Di sini panasnya luar biasaaaaaa.... Tapi kalau duduk di bawah pohon masih kerasa sejuknya. Hehe... Entah karena musim kemarau atau apa, tapi memang panasnya bisa bikin dehidrasi akut, kulit kering, dan item. Lol :)) Juga karena kemari-kemarin kegiatanku hanya diam dirumah, begitu kena panas kepalaku langsung pusing, dan tentu saja itu butuh banget penyesuaian. Itu yang paling susah buatku. Adaptasi cuaca. Badanku memang agak rewel dari kecil, apalagi masalah cuaca. -___-

Dari kemarin tanggal 27 September 2013 keliling-keliling sekitaran kampus cari kost-kostan yang aman dan nyaman. Setelah barengan Mama cari-cari di depan kampus yang kalau kata aku lumayan jauh dari FISIP, jadi disarankan kaka tingkat jurusan, yang juga kaka tingkat di kampusku sebelumnya Diploma IPB, Kak Dewi, untuk cari kostan di belakang kampus, dekat Solo Techno Park (Markas Mobil Esemka). Kata Kak Dewi, di belakang kampus, selain jaraknya dekat sama FISIP, juga tempatnya rame dan aman. Setelah keliling cari yang 'sreg' akhirnya dapet juga. Kost khusus putri, dan khusus untuk mahasiswa UNS. Nilai plus kostan ini mungkin ibu yang jaga kost nya multitalent. Lol. Bisa jadi ojeg juga kalau kepepet mesti kemana gitu :))

Besoknya, begitu dapet kostan, setelah anter Mama beli tiket pulang ke stasiun, kita langsung cari berabotan dan yang harus ada di kostan. Maklum, newbie :)) Masalahnya, sekali lagi, kendaraan umum. Sempet bingung mau naik apa ke arah Pusat Grosir Solo dari kostan, karena memang gak ada bis kota lewat. Dan ujung-ujungnya dianterin ibu penjaga kost (Namanya Ibu Misty, btw) bonceng 3 -____- ke jalan yang dilewatin bis. Fyuhh!!! Jadilah dianterin ke ujung Jalan Ki Hajar Dewantara, dan dari situ naik bis Damri, turun di Gladak. Setelah dapet (hampir) semua yang ada di list, aku dan Mama pun pulang pake taksi, karena uda lewat jam 4. Bis kota udah gak ada, cuma sampai jam 4. Bayangkan!

Setelah makan malam di sekitaran kostan, kita baru sadar lupa beli air minum untuk persediaan. Setelah tanya Bu Misty, ternyata gak jauh dari belakang tempat kost ada semacam mini market yang cukup lengkap. Hampir semua perabotan yang dibutuhkan di kostan ada si situ (ember, tempat sampah, sapu, lap pel, sikat, mangkuk, gelas, sendok, dll),  dan harganya pun, luar biasa murah .__. Jadi, gak perlu jauh-jauh belanja ke mall deh kalau cuma peralatan rumah tangga. Karena memang Solo masih sangat alami, dan kental ciri khasnya. Jangan harap nemu Alf*mart atau Ind*mart tiap 1 Km. Di sini kebanyakan toko-toko milik warga daerah sekitar. Bagus sih, gak hanya menguntungkan pemilik modal besar dengan waralaba nya kan? Jadi mirip-mirip, saham dimiliki warga lokal gitu :)))

Bersyukur diterima di UNS, jadi bisa belajar budaya daerah lain. 21 Tahun tinggal di daerah yang selalu serba ada, serba dekat, serba hiburan, nah sekarang harus, mau gak mau, tinggal di tempat yang nyari barang dari satu tempat ke tempat lain juga susah kendaraan. Lol. Jalan kaki mungkin pilihan paling terpaksa kalau kuat jalan di bawah teriknya matahari Solo (beberapa kali mengalami). Bahkan orang-orang Solo nya pun jarang keliatan pada jalan kaki -___- Mungkin karena panas ya?

Dan Alhamdulillah juga, makanan di sini bisa diterima lidahku lho. Lol. Ya, lidah orang sunda kan terkenal 'legeg' :))) Makanan di sini gak semanis mitosnya yang katanya makanan orang jawa manis-manis. Masakannya enak-enak, dan bahkan masakan padangnya entah kenapa lebih enak di sini dibanding waktu di Bogor .__. Tapi sepertinya yang gak boleh lepas di sini ya buah-buahan, dan juga kalau mau minum minuman yang mengandung elektrolit. Karena, itu tadi, panas. Tenggorokan cepet banget kering dan langsung sakit -__-

Besok mulai masuk kampus untuk ngurus mata kuliah. Masih untung jadwal perkuliahan semuanya di sore sampai malam hari, jadi mungkin Solo sudah gak begitu ganas panasnya.

Have to get sholat Ashar now, lain kali cerita lagi. Mungkin nanti tentang perkuliahan :)
Semangat terus ya bacanya! :*

You Might Also Like

0 komentar

Individual campaign.DO NOT COPY some or all content without permission from @goaweygo. Powered by Blogger.

Subscribe