A Heroine

9:00 PM

(source: tashmccarroll.tumblr.com)


Bagaimana sih rasanya jadi wanita? Hmm.. sebenarnya pertanyaan ini susah-susah gampang buat dijawab. Wanita menurut pandangan seorang Awey pastinya merupakan mahluk yang luar biasa kuat dan cerdas.  Being a women ain't easy, guys. Seriously.

Hari Perempuan Internasional tentu saja ada karena para perempuan ingin kesetaraan dan keadilan dalam hak suara. Perempuan ingin didengar. Perempuan ingin juga dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan. Sekarang, hasilnya, perempuan di sebagian besar wilayah dunia punya hak untuk didengarkan, dan itu dilindungi oleh dunia internasional. Glad to be a women in this era. 

Indonesia punya beberapa wanita yang menggebrak tradisi di jamannya. Heroine for other women. Some of them: Kartini dengan segala pemikirannya yang dituangkan dalam surat kepada temannya. Surat-surat yang berisi pemikiran-pemikiran yang dianggap berani pada jamannya. Dewi Sartika. For me, She's the real amazing women. Ketika Kartini hanya menuangkan pikiran-pikirannya dalam surat kepada temannya tanpa sempat merealisasikannya, Dewi Sartika bahkan sudah menggerakan para perempuan untuk lebih mandiri. Menurutku, Dewi Sartika memang lebih nyata. Sejak 1902, beliau sudah mendirikan tempat pendidikan bagi kaum perempuan belakang rumah ibunya. Hal-hal yang diajarkan memang masih sekitaran memasak, menjahit, membaca, menulis, dan juga mengajarkan hal-hal yang diutamakan untuk masa itu. Pada 1904, Dewi Sartika mulai mendirikan "Sakola Kautamaan Istri" (Sekolah Perempuan) pertama se Hindia-Belanda (Indonesia dulu.red). Dan pada tahun 1920-an, di seluruh tatar Sunda, sudah berdiri Sakola Kautamaan Istri, hasil dari pemikiran dan juga aksi nyatanya. She's think globally act locally. Selain Dewi Sartika, tentu kita tahu ada Cut Nyak Dien, yang sudah jelas dengan ikut melawan penjajah. Beliau membuktikan bahwa perempuan pun bisa mengambil sikap dan menggerakan masyarakat dalam melawan penjajahan di daerahnya.

Back to the question. Bagaimana rasanya jadi perempuan? I'm glad to be a women. Salah satu alasannya, tentu saja karena bisa pake celana tanpa dilihat aneh sama orang-orang. Gak akan canggung kalo belanja di toko yang sebenarnya cuma nyediain baju cowok. Dan itu rasanya, amazing! :P

Sering kita dengar dan baca: "dibalik pria sukses selalu ada wanita hebat". Da! Itu menjelaskan bahwa peranan perempuan sangat-sangat penting dalam karir seorang pria (yang dicintainya-red.) Sejatinya perempuan memang seorang pahlawan. Untuk anak-anaknya dan untuk keluarnganya. Seorang Ibu, tugasnya lebih berat dari seorang ayah karena harus mengandung, melahirkan, dan mendidik anak-anaknya hingga menjadi anak-anak yang soleh/solehah. Makanya, biasanya feeling seorang perempuan lebih kuat karena mereka merawat, mendidik, dan mencintai dengan tulus. Perempuan merupakan mahluk yang kuat sekaligus rapuh disaat yang bersamaan. Mereka selalu tersenyum, walaupun sebenarnya keadaan tidak baik-baik saja.

Ingin tahu sepahlawan apakah perempuan? lihatlah perjuangan seorang ibu. It's enough for me to see that women are incredibly stronger creature.

So, as a woman, perlu sekali kita menjadi kuat dan menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri. Be a creative, independent, and shining.

"be the heroine of your life, not the victim" - Nora Ephron


Happy International Women's Day, Women
:)

You Might Also Like

0 komentar

Individual campaign.DO NOT COPY some or all content without permission from @goaweygo. Powered by Blogger.

Subscribe