[ALBUM REVIEW] M83 - JUNK (2016): A Good Nostalgic

6:22 PM


Anthony Gonzalez, sebagai mastermind dibalik M83, selalu saja membuat sesuatu yang unik dengan karyanya yang bernuansa sinematik dan dreamy. Dari double album Hurry Up We’re Dreaming, dimana Midnight City yang heart-pounding menjadi salah satu lagu yang juga berkontribusi dalam hiruk-pikuk era EDM, Anthony Gonzalez kembali menggebrak dengan nostalgia 70'-80'an di album ke-enamnya yang bertajuk Junk. Dengan kesuksesan baik secara kritik dan finansial di Hurry Up We’re Dreaming, sulit untuk menggambarkan sebesar apa lagi mimpi Gonzalez untuk Junk.

Setengah dekade setelah Hurry Up We’re Dreaming, seperti apa Junk? Kenapa Junk? Well, menurut Gonzalez, dirinya menemukan bahwa kebanyakan pendengar sekarang will simply save one or two songs, and discard the rest of album. Berangkat dari filosofi itu lah Gonzalez menantang akan seperti apa jika dalam sebuah album lagu-lagunya seperti sampah (junk) dengan musik yang aneh, lirik-lirik yang tidak masuk akal, dan banyaknya corny instrumental. Meskipun album Junk ini muatannya memang cukup aneh dan unik, the album ends up pretty damn beautiful.


Seperti menyempurnakan siklus hidup manusia dimana terdapat masa sekarang, masa depan, Junk merupakan masa lalu dimana kita akan diajak bernostalgia: pulse beats, synths, dan shimmering vocals. Nuansa ‘80an sangat terasa pada single pertama yang dirilis ‘Do It, Try It’. Sulit rasanya tidak membayangkan warna-warna neon dan kerlap-kerlip lampu disko ketika mendengarkan lagu ini.

Di album Junk, M83 kembali berkolaborasi dengan musisi-musisi dengan vocal yang memorable dan sudah tidak asing lagi. Sebut saja Susanne Sundfør yang rajin berkolaborasi dengan M83, kembali mengisi vokal di lagu ballad ‘For The Kids’. Selain Susanne, ada MAI LAN yang juga menyumbangkan suara khas nya di beberapa lagu di album ini seperti ‘Go!’, ‘Laser Gun’ dan ‘Atlantique Squad’. Jika Hurry Up We’re Dreaming punya Raconte-Moi Une Histoire, Junk menyuguhkan ‘Bibi The Dog’ dengan plain-spoken liriknya, masih dengan MAI LAN sebagai pengisi vokal.


Single kedua, ‘Solitude’, kita bisa mendengar Gonzalez dengan kesinematikannya yang khas. Lagu yang cocok untuk theme song sebuah film. A Badass song for a movie. Ya, always badass! Ada pula lagu dengan sentuhan blues lengkap dengan nuansa 80an nya, Walkway Blues dimana vokal dari Jordan Lawlor menguatkan kerennya lagu ini. Pemenang Grammy tahun 2015, Beck pun turut mengisi vokal di lagu ‘Time Wind’, an amazing song. Sulit mengungkapkannya karena entah kenapa lagu ini terasa begitu familiar lengkap dengan vokal Beck yang sangat pop-up. Diakhiri dengan ballada ‘Sunday Night 1987’ lagu yang cocok untuk sebuah akhir dari suatu perjalanan. This song guide us to be ready for another dream. Uniknya meskipun ballad sepertinya bukan kekuatan musik M83, namun di album ini, lagu-lagu ballad menjadi materi yang lebih menonjol dibandingkan lainnya. Benar-benar mencuri perhatian.


Junk bukanlah perjalanan ‘spiritual’ seperti pendahulu-pendahulunya. Junk simply just a bunch of nostalgic unique songs. Nothing more. Sebagian memang terasa epic, sebagian memang terasa seperti mengawang-ngawang.  But overall, It’s like you're digging to your older sister or your aunt playlist with amazing 80’s song on it. So homey. A good job from Anthony Gonzalez. 


You Might Also Like

0 komentar

Individual campaign.DO NOT COPY some or all content without permission from @goaweygo. Powered by Blogger.

Subscribe